Disaksikan gelapnya di cakrawala
Untuk kesekiannya ku terbaring terkapar
Dalam jiwa yang terguncang dan letihnya raga
Terkemuli selimut kegamangan yang menebal
Menyendiri dalam pekatnya ruang sepiku
Menepikan sketsa diri pada jedaan waktu
Termangu menggelayuti kelamnya hidupku
Dalam dimensi ruang membalut sebuah kisah
Heningnya malam tiba-tiba terpecahkan
Setetes basah menitik dari ujung mata
Tersedu menangis dalam jiwa menggelepar
Tertusuk tarian dosa menggoda tiada henti
Jiwaku semakin terkulai lemah tak berdaya
Menghitung masa yang telah ku jalani
Telah lama ku menikmati kehidupan ini
Namun tetap terlena dalam kubangan noda
Ku coba merengkuh tasbih dan bergumam dzikir
Melafadzkan Risalah-NYA berupa kidung bait do’a
Renungan yang semakin melarut dalam keheningan
Seakan menjadi tafakurku diujung usia senja
Dalam kegamangan renunganku yang merayapi jiwa
Merengkuhkan diri pada dekapan Rahmat-NYA
Walau terasa teramat malu mengiba pada-NYA
Karena liang lahatku telah siap menganga
Namun tafakurku makin merengkuh sekarat

Posted in
Tags: 


