Mendung itu sirna terhapus hujan semalaman,
dedaunan terbata meliuk liuk
mencari kehangatan mentari yang mulai berpijar.
Bumiku membasah,
pertanda kehidupan menggeliat,
beberapa tapak pijakan kaki-kaki telanjang menanda,
riuh kicau murai semarakkan pagi.
Disana… ada satu hati yang bersungut,
galau dalam penantian panjang,
ironi,
tak ada keterpaduan harmoni.
Di sana,
seekor elang terbang lemah,
bungkam,
memutar,
sayapnya lunglai,
seakan kehilangan cintanya,
hmm kuberharap tak akan jatuh dan mati.
Related Posts :
Sang surya terus menampakan sinarnya Menyentuh pori raga yang mengigil kedinginan Menerangi jagat raya dalam tatan ...
Laksana kuncup bunga Bermekaran di taman pelangi Kau beri sesuatu terindah Yang tak mudah aku cari Cinta, ...
Terhampar suatu keindahan terselimuti Gambaran pasir halus di tepi pantai Merentang bak jalan langkah kaki Menenm ...
Di langit yang hitam ini? hanya ada rembulan dan bintang Di langit yang putih ini ? hanya ada sang surya mataha ...
Pandangan tertuju pada kubangan besar menganga Jutaan mata terbelalak di sana Haus dan lapar tak ada yang dirasa ...

Posted in
Tags: 


