Pagi ini menyapaku dengan aura kesunyian
Cericit burung gerejapun seakan terbungkam
Hembusan angin pagi hanya berdesis lirih
Seakan penuh hening selalu setia menemaniku
Disela mataku yang masih terasa berasap
Mengenyahkan sisa mimpi-mimpiku tadi malam
Ku tengok pada gelapnya pojok bilik peraduanku
Serta ku rengkuh sebuah album bersampul biru
Album riwayat pertautan dua rasa hati kita
Yang terhempaskan prahara kesekian kalinya
Terpesona arena drama cinta yang menggetirkan
Hingga kisah kita pun sempat kusam dan berkarat
Kubuka lembaran album bersampul biru itu
Lembaran demi lembaran potretmu ku tatapi
Masih ada segenggam asa yang tergugah dihati
Untuk berteduh dalam rengkuhkan cintamu lagi
Hatiku ini lirih bersenandung walau tak terucap
Meneguhkan puing harapan yang sempat tercabik
Menyeka air mata kita dengan kelembutan hati
Menyulap kisah pedih menjadi sebuah kerinduan
Balutan tirai kelambu kelam akan ku sibakan
Ku beningkan angkara yang bersemayam dihati
Kembali mengarungi bahtera hidup penuh cinta
Agar senyum indah selalu menghiasi hidup kita
Mewarnai keceriaan cinta yang tak akan melekang

Posted in
Tags: 


