Ladang terindah yang sempat tersinggahi Tempat ku merasakan indahnya bunga cintamu Yang sempat hilang dilanda musim kekeringan Tanpa tersirami setetes air kesetiaan mu
Archive for the ‘Kesedihan’ Category
Runtuhnya Pagar Asaku
Di ujung taman cinta tempat kita selalu memadu kasih Kita duduk berdua saling terdiam seakan penuh kelam Sekilas, ku coba menatap lekat dirimu memejamkan mata Seakan tak kuasa menatapku tuk terakhir kali
Deritamu Tetaplah Deritamu
Ungkapkanlah ribuan kata dari derita jiwamu Berteriaklah lantang pada gelapnya malam Luapkan seluruh isakmu pada riuh tiupan angin Lemparkan gemuruh sesakmu pada lekungan lembah
Bidadariku Yang terluka
Ketika rasa itu mulai terpatri di hatiku Tertatah,,, terpahat,,, didalam kalbu Saat itu pun bidadariku berlalu pergi dariku Dengan membawa segumpal luka dihatimu
Kehilangan Mu
Kau selalu temani langkah ku Di saat aku luka saat bahagia Kau lengkapi cerita hidup ku Terangi jalan ku engkaulah nafas ku
Hati Yang Terluka
Kau tahu….. Aku berada di antara himpitan dua pilar Yang membuat hatiku remuk Yang memenjarakan aku bersama mimpi
Perempuan Terluka
Seorang perempuan… Duduk diambang sumur kegelapan Beratapkan terik sang matahari Berpijak pada kekeringan tanah yang mulai terbelah Seorang perempuan… Bersimpuh mendekap luka yang sudah mengering Kini mulai alirkan darah kembali Luka dari sebuah keadilan Luka dari sebuah cinta Yang terenggut dengan kejam
Melebur Asa di Fajar Pagi
Kicau burung tak lagi merdu di pagi hari Menyambut mentari terasa sungkan tersenyum Embunpun berwarna tak seindah pelangi Bergelantung didaunan yang telah kusang
Rindu Terbatas Nisan Sunyi
Rinduku kini bak sebutir embun yang sirna Bersama teriknya mentari Meranggas diantara pucuk-pucuk ranting Asmaraku hening kedalam kemilaunya bulan Yang hanya dapat kupandangi tanpa bisa disentuh
Sekadar Ingin Tahu
Setelah kau tahu cintaku Hidupmu juga jadi tak menentu Bukan karena tak sudi Bukan karena tak cinta Tapi karena ada orang ketiga.

Posted in
Tags: 


