Kala rindu menjelma dalam lekatnya anganku
Seakan menjelma dipelipis mataku yang merabun
Raut wajah mungil anakku penuh gelak kelucuan
Tangis teriaknya pun masih terngiang merdu
Jiwa Mungil Yang Ku Rindu
Rindu Yang Sempat Terkubur
Bagai tertimbun di dasar pemakaman rindu
Terjerat dalam kegelapan sebuah kesendirian
Melampan sukma hati yang sempat ku pendamkan
Lama meradang terkubur dari risalah cinta
Sujud Rinduku
Jiwaku terasa tenang kala telah menghadap-NYA
Menyimpuhkan diri ini bersujud diatas sejadah
Melantunkan lafadz suci dalam setiap rakaat
Untuk dapat menoktahkan setitik tinta Iman
Album Biru Ku
Pagi ini menyapaku dengan aura kesunyian
Cericit burung gerejapun seakan terbungkam
Hembusan angin pagi hanya berdesis lirih
Seakan penuh hening selalu setia menemaniku
Jangkar Cinta
Dulu dermaga hatiku sempat kau labuhi
Dengan kapal cintamu tanpa seutas jangkar
Ketika diterjang hebat gelombang ombak cinta
Hingga berlalu sudah kapalmu tak mampu bertambat
Renungan Tafakurku
Disaksikan gelapnya di cakrawala
Untuk kesekiannya ku terbaring terkapar
Dalam jiwa yang terguncang dan letihnya raga
Terkemuli selimut kegamangan yang menebal
Senandung Cintaku
Senandungku terus berkidung tanpa letih
Lantunan pujian indah tersampaikan untuk-NYA
Khidmat terasa lirih dalam bejana rasa syukur
Mengukir kaligrafi bathin ditepian relung hati
Sahabat Maya
Sahabat maya ku,…
Pertama menatap mu lewat untaian huruf
Menggelitik tanya dalam hati ku
Siapakah pemilik untaian bait itu ?
Gombalisasi Untuk Kekasihku
Kala pagi menyapaku dirimu memberikan kehangatan
Selalu lirih berbisik mesra selirih semilir angin pagi
Memberikan setetes kesejukan bak bulir bening embun
Membangkitkan ragaku segera terjaga dari mimpi
Dzikir Cinta Khumaira-Ku
Alamku kini merotasi merayap memasuki larut
Gelap dan pekat namun kian semakin termakna
Kala kau selalu setia berkidung kalam hati
Getaran kalam mu sayup-sayup menembus jiwaku
Mencairkan setitik beku dikuntum hatiku




